Otomatis Muhammadiyah

Sabtu, 06 Desember 2014

KONDISI PENDIDIKAN PADA MASA BANI UMAYAH YANG BERPUSAT DI SPANYOL


A.      Pendahuluan
            Kondisi Spanyol sebelum datangnya Islam sangatlah memprihatinkan. Kondisi ini menyebabkan rakyat spanyol menderita dan tertekan. Masyarakat Spanyol sangat merindukan datangnya Ratu Adil sebagai sebuah kekuatan yang membebaskan. Dalam sejarah ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, tanah Spanyol lebih banyak dikenal dengan nama Andalusia. Islam di Spanyol memberi pengaruh yang besar dalam kemajuan peradaban ilmu pengetahuan di Eropa. Prestasi umat Islam dalam memajukan ilmu pengetahuan tidak diperoleh secara kebetulan, melainkan dengan kerja keras melalui beberapa tahap sistem pengembangan melalui adaptasi maupun adopsi.
            Sejarah telah membuktikan bahwa Islam telah menanamkan fondasi ilmu pengetahuan di Spanyol, sehingga telah mengangkat harkat Spanyol menjadi gudangnya ilmu pengetahuan di belahan Eropa. Karya-karya ilmuwan dan filosof di Andalusia seperti Abul Qasim dan Ibnu Rusyd memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan intelektual di Eropa zaman pertengahan. Orang-orang Muslim dan non-Muslim sering datang dari luar negeri untuk belajar di berbagai perpustakaan dan Universitas terkenal di Andalusia.

B.Sejarah Pendidikan Islam Di Andalusia (Spanyol)
1.     Pendidikan Islam di Spanyol
Kekuatan intelektual muslim Spanyol sebenarnya baru dimulai pada abad kesepuluh, tetapi konstribusinya yang paling signifikan baru dilakukan selama periode paruh terakhir pada abad kesebelas hingga pertengahan abad ketiga belas. Pada saat ini Spanyol telah memantapkan bangunan fondasinya dalam dunia ilmu pengetahuan, yang telah dirintisnya beberapa waktu sebelumnya, termasuk diantaranya adalah dengan mulai masuknya Islam sejak abad ke VII.
Lembaga pendidikan Spanyol Islam tidak bersifat parsial, akan tetapi bersifat integral. Sistem pendidikannnya tidak mengenal “isme” tertentu. Semua manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam pendidikan. Pendidikan Spanyol Islam memberlakukan kurikulum universal dan komprehensif. Artinya, menawarkan materi pendidikan agama dan umum secara integral pada setiap tingkatan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.
Metode yang biasa diterapkan, dapat dibagi kepada 2 macam, yaitu :
a.      Metode bagi pendidikan formal. Pada pendidikan ini guru di atas podium. Ia memberikan materi pelajaran dengan membacakan manuskrip. Setelah itu guru menjelaskan kemudian materi itu di diskusikan bersama. Para pelajar diberikan kebebasan untuk bertanya dan mengeluarkan pendapat, bahkan diperkenankan untuk berbeda pendapat.
b.      Metode pendidikan bagi pendidikan non formal, baik di istana maupun di luar istana. Model pendidikan ini menggunakan metode halaqah. Posisi guru berada di antara para pengunjung.
Berbagai khazanah Islam mulai diperkenalkan kepada dunia Eropa. Hal inilah yang telah merangsang tumbuh dan berkembangnya teori dan praktik dunia kedokteran, modifikasi doktrin-doktrin teologi, memprakarsai dunia baru dalam bidang matematika, menghasilkan kontroversi baru dalam bidang teologi dan filsafat.
Berdasarkan literatur-literatur yang membahas sejarah pendidikan Islam secara garis besar pendidikan Islam di Spanyol terbagi 2 bagian yaitu :
a.      Kuttab
Pada lembaga pendidikan kuttab ini para siswa mempelajari beberapa bidang studi dan pelajaran yang meliputi fiqih bahasa dan sastra, serta musik dan kesenian.
b.      Pendidikan Tinggi
Masyarakat Arab yang berada di Spanyol merupakan pelopor peradaban dan kebudayaan juga pendidikan antara pertengahan abad kedelapan sampai dengan akhir abad ketiga belas. Bani Umayyah yang berada dibawah kekuasaan Al-Hakam menyelenggarakan pengajaran dan telah memberikan banyak sekali penghargaan kepada para sarjana.
Ia telah membangun Universitas Cordova berdampingan dengan mesjid Abdurrahman III yang selanjutnya tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang terkenal di antara jajaran lembaga pendidikan tinggi lainnya, yaitu Al-Azhan dan Nizhamiyah. Universitas ini memiliki perpustakaan yang menampung koleksi sekitar 4 juta buku. Mata kuliah yang diberikan di universitas tersebut meliputi teologi, hukum Islam, kedokteran, kimia, filsafat, dan astronomi.

2.       Kemajuan Peradaban
            Banyak prestasi yang diperoleh, bahkan pengaruhnya membawa Eropa, dan kemudian dunia, kepada kemajuan yang lebih kompleks.
a.      Filsafat
Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah Abu Bakr Muhammad ibn al-Sayigh yang dikenal dengan Ibn Bajjah. Tokoh utama kedua adalah Abu Bakr ibn Thufail yang banyak menulis masalah kedokteran, astronomi dan filsafat. Pada abad ke-12 M muncul seorang pengikut Aristoteles yang terbesar di gelanggang filsafat dalam Islam, yaitu Ibn Rusyd dari Cordova.
b.      Sains
Ilmu-ilmu kedokteran, musik, matematika, astronomi, kimia dan lain-lain juga berkembang dengan baik.
c.       Fikih
Dalam bidang fikih, Spanyol Islam bermadzhab Maliki.
d.      Musik dan Kesenian
Dalam bidang musik dan seni rupa, Spanyol Islam mencapai kecemerlangan dengan tokohnya al-Hasan ibn Nafi.
e.      Bahasa dan Sastra
Bahasa Arab menjadi bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Hal itu dapat diterima oleh orang-orang Islam dan non-Islam.[1]

3.     Pengaruh Islam di Dunia Barat
            Ketika negeri-negeri di Eropa ditaklukkan oleh Islam, maka ilmu dan filsafat Yunani dipusakai oleh Umat Islam. Mereka pelajari dengan sungguh-sungguh, terutama pada masa khalifah Al-Makmun di Irak. Dunia Eropa sunyi senyap dari filsafat dan ilmu pengetahuan karena tindakan Gereja.
            Pada zaman pertengahan orang-orang barat berhubungan dengan umat Islam di Andalusia, Syiria dan lain-lain. Kemudian mulai banyak ilmu-ilmu Islam diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Pada zaman itu orang-orang barat mengambil ilmu-ilmu dan filsafat Islam dari timur dan mereka siarkan di barat. Akhirnya menjadi sumber bagi ilmu-ilmu dan filsafat-filsafat baru sekarang.
            Berkata Thurendick : Pada abad ke 12 Masehi dari awal sampai akhirnya kelihatan dengan nyata kegiatan Eropa Utara dalam menuntut bermacam-macam ilmu yang tersebar di negeri Arab, terutama di negeri Andalusia. Sebagian ulama Orientalis menerjemahkan ke dalam bahasa Latin buku-buku bahasa Arab dalam ilmu-ilmu kedokteran, falak, ilmu-ilmu pasti, sejarah, sastra dan filsafat.
            Di antara Orientalis ada yang mempelajari filsafat Ibnu Rusyd dengan sungguh-sungguh. Kemudian mereka terjemahkan buku-buku karangan Ibnu Rusyd ke dalam bahasa Latin dan diajarkan di Universitas-Universitas Eropa pada abad ke 13 M. Sehingga tidak salah apabila orang mengatakan bahwa ulama Islam timur dahulu adalah guru Eropa.[2]
            Pengaruh peradaban Islam, termasuk di dalamnya pemikiran Ibn Rusyd, ke Eropa berawal dari banyaknya pemuda-pemuda Kristen Eropa yang belajar di Universitas-Universitas Islam di Spanyol. Selama belajar di Spanyol, mereka aktif menerjemahkan buku-buku karya ilmuwan-ilmuwan muslim. Setelah pulang ke negerinya, mereka mendirikan sekolah dan universitas yang sama. Universitas pertama di Eropa adalah Universitas Paris yang didirikan pada tahun 1231 M.
            Pengaruh ilmu pengetahuan Islam atas Eropa yang sudah berlangsung sejak abad ke-12 M menimbulkan gerakan kebangkitan kembali (renaissance) pusaka Yunani di Eropa pada abad ke-14 M. Walaupun Islam akhirnya terusir dari negeri Spanyol dengan cara yang sangat kejam, tetapi ia telah membidani gerakan-gerakan penting di Eropa. Gerakan-gerakan itu adalah : kebangkitan kembali kebudayaan Yunani Klasik (renaissance) pada abad ke-14 M yang bermula di Italia, gerakan reformasi pada abad ke-16 M, rasionalisme pada abad ke-17 M, dan pencerahan (aufklaerung) pada abad ke-18 M.[3]

4.     Faktor Pendukung Perkembangan Islam di Andalusia
a.      Adanya dukungan dari penguasa, membuat pendidikan Islam cepat sekali majunya, karena penguasa sangat mencintai ilmu pengetahuan dan berwawasan jauh ke depan.
b.      Adanya beberapa sekolah dan universitas di beberapa kota di Andalusia yang sangat terkenal (Universitas Cordova, Sevilla, Malaga, dan Granada).
c.       Banyaknya para sarjana Islam yang datang dari ujung Timur dan ujung barat wilayah Islam dengan membawa berbagai buku dan berbagai gagasan. Ini menunjukkan bahwa, meskipun ummat Islam terdiri dari beberapa kesatuan politik, terdapat juga apa yang disebut kesatuan budaya Islam.
d.      Adanya persaingan antara abbasiyah di Baghdad dan Umayyah di Andalusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan peradaban. Kompetisi dalam bidang ilmu pengetahuan dengan didirikannya Universitas Cordova yang menyaingi Universitas di Baghdad yang merupakan persaingan positif, tidak selalu dalam peperangan.
Selain itu pemerintah juga memberikan subsidi yang banyak terhadap pendidikan, yakni dengan murahnya buku-buku bacaan, atau diberikan penghargaan yang tinggi berupa emas murni kepada penulis atau penerjemah buku, seberat buku yang diterjemahkannya. Pemerintah juga memberikan subsidi kepada makanan pokok, sehingga masalah pengisian kepala dan pengisian perut tidak terlalu dihiraukan lagi dan relatif murah dijangkau serta didapat oleh masyarakat.




C. Kesimpulan
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Spanyol hingga jatuhnya kerajaan Islam terakhir di sana, Islam memainkan peranan yang sangat besar. Prestasi umat Islam dalam memajukan ilmu pengetahuan tidak diperoleh secara kebetulan, melainkan dengan kerja keras melalui beberapa tahap sistem pengembangan, baik melalui adaptasi maupun adopsi. Berbagai khazanah Islam mulai diperkenalkan kepada dunia Eropa. Hal inilah yang telah merangsang tumbuh dan berkembangnya teori dan praktik dunia kedokteran, modifikasi doktrin-doktrin teologi, memprakarsai dunia baru dalam bidang matematika, menghasilkan kontroversi baru dalam bidang teologi dan filsafat.
Ketika negeri-negeri di Eropa ditaklukkan oleh Islam, maka ilmu dan filsafat Yunani dipusakai oleh Umat Islam. Pada zaman pertengahan orang-orang barat berhubungan dengan umat Islam di Andalusia, Syiria dan lain-lain. Kemudian mulai banyak ilmu-ilmu Islam diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Pada zaman itu orang-orang barat mengambil ilmu-ilmu dan filsafat Islam dari timur dan mereka siarkan di barat. Akhirnya menjadi sumber bagi ilmu-ilmu dan filsafat-filsafat baru sekarang.
Peradaban teknologi Eropa sekarang ini awalnya tidak muncul di Eropa, melainkan muncul di beberapa perguruan tinggi Islam di Andalusia dan Eropa Timur. Dunia Barat mengembangkan dasar-dasarnya dari konsepsi Islam dan doktrin-doktrinnya. Kebangkitan ilmiah merebak dan berkembang pesat di Eropa, sementara dunia Islam mengalami stagnasi keilmuan sebab mereka berangsur-angsur menjauh dari konsepsi Islam. Bangsa Eropa memotong mata rantai metodologi yang diadopsinya dari dasar-dasarnya yang berasal dari dogma Islam, kemudian menjauhkannya sama sekali dari Tuhan.




Daftar Pustaka

Yatim, Badri. 1995. Sejarah Peradaban Islam (Dirasah Islamiyah II). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Yunus, Mahmud. 1990. Sejarah Pendidikan Islam (Dari zaman Nabi SAW Khalifah-khalifah Rasyidin, Bani Umaiyah dan Abbasiyah sampai Zaman Mamluks dan Usmaniyah Turki). PT Hidakarya Agung.





[1] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam – Dirasah Islamiyah II, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1995), hal. 101-103
[2] Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam dari zaman Nabi SAW Khalifah-khalifah Rasyidin, Banu Umaiyah dan Abbasiyah sampai Zaman Mamluks dan Usmaniyah Turki, (PT. Hidakarya Agung, 1990), hal. 158-160
[3] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam – Dirasah Islamiyah II, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1995), hal. 109-110

Tidak ada komentar:

Posting Komentar