A. Pendahuluan
Kondisi
Spanyol sebelum datangnya Islam sangatlah memprihatinkan. Kondisi ini
menyebabkan rakyat spanyol menderita dan tertekan. Masyarakat Spanyol sangat
merindukan datangnya Ratu Adil sebagai sebuah kekuatan yang membebaskan. Dalam
sejarah ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, tanah Spanyol lebih banyak
dikenal dengan nama Andalusia. Islam di Spanyol memberi pengaruh yang besar
dalam kemajuan peradaban ilmu pengetahuan di Eropa. Prestasi umat Islam dalam
memajukan ilmu pengetahuan tidak diperoleh secara kebetulan, melainkan dengan
kerja keras melalui beberapa tahap sistem pengembangan melalui adaptasi maupun
adopsi.
Sejarah
telah membuktikan bahwa Islam telah menanamkan fondasi ilmu pengetahuan di
Spanyol, sehingga telah mengangkat harkat Spanyol menjadi gudangnya ilmu
pengetahuan di belahan Eropa. Karya-karya ilmuwan dan filosof di Andalusia
seperti Abul Qasim dan Ibnu Rusyd memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan
intelektual di Eropa zaman pertengahan. Orang-orang Muslim dan non-Muslim
sering datang dari luar negeri untuk belajar di berbagai perpustakaan dan
Universitas terkenal di Andalusia.
B.Sejarah Pendidikan Islam
Di Andalusia
(Spanyol)
1. Pendidikan
Islam di Spanyol
Kekuatan intelektual muslim Spanyol
sebenarnya baru dimulai pada abad kesepuluh, tetapi konstribusinya yang paling
signifikan baru dilakukan selama periode paruh terakhir pada abad kesebelas
hingga pertengahan abad ketiga belas. Pada saat ini Spanyol telah memantapkan
bangunan fondasinya dalam dunia ilmu pengetahuan, yang telah dirintisnya
beberapa waktu sebelumnya, termasuk diantaranya adalah dengan mulai masuknya
Islam sejak abad ke VII.
Lembaga pendidikan Spanyol Islam tidak
bersifat parsial, akan tetapi bersifat integral. Sistem pendidikannnya tidak
mengenal “isme” tertentu. Semua manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama
dalam pendidikan. Pendidikan Spanyol Islam memberlakukan kurikulum universal
dan komprehensif. Artinya, menawarkan materi pendidikan agama dan umum secara
integral pada setiap tingkatan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.
Metode yang biasa diterapkan, dapat dibagi kepada 2
macam, yaitu :
a. Metode bagi pendidikan formal. Pada pendidikan ini
guru di atas podium. Ia memberikan materi pelajaran dengan membacakan
manuskrip. Setelah itu guru menjelaskan kemudian materi itu di diskusikan
bersama. Para pelajar diberikan kebebasan untuk bertanya dan mengeluarkan
pendapat, bahkan diperkenankan untuk berbeda pendapat.
b. Metode pendidikan bagi pendidikan non formal, baik di
istana maupun di luar istana. Model pendidikan ini menggunakan metode halaqah.
Posisi guru berada di antara para pengunjung.
Berbagai khazanah Islam mulai
diperkenalkan kepada dunia Eropa. Hal inilah yang telah merangsang tumbuh dan
berkembangnya teori dan praktik dunia kedokteran, modifikasi doktrin-doktrin
teologi, memprakarsai dunia baru dalam bidang matematika, menghasilkan
kontroversi baru dalam bidang teologi dan filsafat.
Berdasarkan literatur-literatur yang
membahas sejarah pendidikan Islam secara garis besar pendidikan Islam di
Spanyol terbagi 2 bagian yaitu :
a. Kuttab
Pada lembaga pendidikan kuttab ini para siswa
mempelajari beberapa bidang studi dan pelajaran yang meliputi fiqih bahasa dan
sastra, serta musik dan kesenian.
b. Pendidikan Tinggi
Masyarakat Arab yang berada di Spanyol merupakan
pelopor peradaban dan kebudayaan juga pendidikan antara pertengahan abad
kedelapan sampai dengan akhir abad ketiga belas. Bani Umayyah yang berada
dibawah kekuasaan Al-Hakam menyelenggarakan pengajaran dan telah memberikan
banyak sekali penghargaan kepada para sarjana.
Ia telah membangun Universitas Cordova
berdampingan dengan mesjid Abdurrahman III yang selanjutnya tumbuh menjadi
lembaga pendidikan yang terkenal di antara jajaran lembaga pendidikan tinggi
lainnya, yaitu Al-Azhan dan Nizhamiyah. Universitas ini memiliki perpustakaan
yang menampung koleksi sekitar 4 juta buku. Mata kuliah yang diberikan di
universitas tersebut meliputi teologi, hukum Islam, kedokteran, kimia,
filsafat, dan astronomi.
2. Kemajuan
Peradaban
Banyak
prestasi yang diperoleh, bahkan pengaruhnya membawa Eropa, dan kemudian dunia,
kepada kemajuan yang lebih kompleks.
a. Filsafat
Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat
Arab-Spanyol adalah Abu Bakr Muhammad ibn al-Sayigh yang dikenal dengan Ibn
Bajjah. Tokoh utama kedua adalah Abu Bakr ibn Thufail yang banyak menulis
masalah kedokteran, astronomi dan filsafat. Pada abad ke-12 M muncul seorang
pengikut Aristoteles yang terbesar di gelanggang filsafat dalam Islam, yaitu
Ibn Rusyd dari Cordova.
b. Sains
Ilmu-ilmu kedokteran, musik, matematika, astronomi,
kimia dan lain-lain juga berkembang dengan baik.
c. Fikih
Dalam bidang fikih, Spanyol Islam bermadzhab Maliki.
d. Musik dan Kesenian
Dalam bidang musik dan seni rupa, Spanyol Islam
mencapai kecemerlangan dengan tokohnya al-Hasan ibn Nafi.
e. Bahasa dan Sastra
Bahasa Arab menjadi bahasa administrasi dalam
pemerintahan Islam di Spanyol. Hal itu dapat diterima oleh orang-orang Islam
dan non-Islam.[1]
3. Pengaruh
Islam di Dunia Barat
Ketika
negeri-negeri di Eropa ditaklukkan oleh Islam, maka ilmu dan filsafat Yunani
dipusakai oleh Umat Islam. Mereka pelajari dengan sungguh-sungguh, terutama
pada masa khalifah Al-Makmun di Irak. Dunia Eropa sunyi senyap dari filsafat
dan ilmu pengetahuan karena tindakan Gereja.
Pada
zaman pertengahan orang-orang barat berhubungan dengan umat Islam di Andalusia,
Syiria dan lain-lain. Kemudian mulai banyak ilmu-ilmu Islam diterjemahkan ke
dalam bahasa Latin. Pada zaman itu orang-orang barat mengambil ilmu-ilmu dan
filsafat Islam dari timur dan mereka siarkan di barat. Akhirnya menjadi sumber
bagi ilmu-ilmu dan filsafat-filsafat baru sekarang.
Berkata
Thurendick : Pada abad ke 12 Masehi dari awal sampai akhirnya kelihatan dengan
nyata kegiatan Eropa Utara dalam menuntut bermacam-macam ilmu yang tersebar di
negeri Arab, terutama di negeri Andalusia. Sebagian ulama Orientalis
menerjemahkan ke dalam bahasa Latin buku-buku bahasa Arab dalam ilmu-ilmu
kedokteran, falak, ilmu-ilmu pasti, sejarah, sastra dan filsafat.
Di
antara Orientalis ada yang mempelajari filsafat Ibnu Rusyd dengan
sungguh-sungguh. Kemudian mereka terjemahkan buku-buku karangan Ibnu Rusyd ke
dalam bahasa Latin dan diajarkan di Universitas-Universitas Eropa pada abad ke
13 M. Sehingga tidak salah apabila orang mengatakan bahwa ulama Islam timur
dahulu adalah guru Eropa.[2]
Pengaruh
peradaban Islam, termasuk di dalamnya pemikiran Ibn Rusyd, ke Eropa berawal
dari banyaknya pemuda-pemuda Kristen Eropa yang belajar di
Universitas-Universitas Islam di Spanyol. Selama belajar di Spanyol, mereka
aktif menerjemahkan buku-buku karya ilmuwan-ilmuwan muslim. Setelah pulang ke
negerinya, mereka mendirikan sekolah dan universitas yang sama. Universitas
pertama di Eropa adalah Universitas Paris yang didirikan pada tahun 1231 M.
Pengaruh
ilmu pengetahuan Islam atas Eropa yang sudah berlangsung sejak abad ke-12 M
menimbulkan gerakan kebangkitan kembali (renaissance) pusaka Yunani di
Eropa pada abad ke-14 M. Walaupun Islam akhirnya terusir dari negeri Spanyol
dengan cara yang sangat kejam, tetapi ia telah membidani gerakan-gerakan
penting di Eropa. Gerakan-gerakan itu adalah : kebangkitan kembali kebudayaan
Yunani Klasik (renaissance) pada abad ke-14 M yang bermula di Italia,
gerakan reformasi pada abad ke-16 M, rasionalisme pada abad ke-17 M, dan
pencerahan (aufklaerung) pada abad ke-18 M.[3]
4. Faktor
Pendukung Perkembangan Islam di Andalusia
a. Adanya dukungan dari penguasa, membuat pendidikan
Islam cepat sekali majunya, karena penguasa sangat mencintai ilmu pengetahuan
dan berwawasan jauh ke depan.
b. Adanya beberapa sekolah dan universitas di beberapa
kota di Andalusia yang sangat terkenal (Universitas Cordova, Sevilla, Malaga,
dan Granada).
c. Banyaknya para sarjana Islam yang datang dari ujung
Timur dan ujung barat wilayah Islam dengan membawa berbagai buku dan berbagai
gagasan. Ini menunjukkan bahwa, meskipun ummat Islam terdiri dari beberapa
kesatuan politik, terdapat juga apa yang disebut kesatuan budaya Islam.
d. Adanya persaingan antara abbasiyah di Baghdad dan
Umayyah di Andalusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan peradaban. Kompetisi
dalam bidang ilmu pengetahuan dengan didirikannya Universitas Cordova yang
menyaingi Universitas di Baghdad yang merupakan persaingan positif, tidak
selalu dalam peperangan.
Selain itu pemerintah juga memberikan
subsidi yang banyak terhadap pendidikan, yakni dengan murahnya buku-buku
bacaan, atau diberikan penghargaan yang tinggi berupa emas murni kepada penulis
atau penerjemah buku, seberat buku yang diterjemahkannya. Pemerintah juga
memberikan subsidi kepada makanan pokok, sehingga masalah pengisian kepala dan
pengisian perut tidak terlalu dihiraukan lagi dan relatif murah dijangkau serta
didapat oleh masyarakat.
C. Kesimpulan
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di
tanah Spanyol hingga jatuhnya kerajaan Islam terakhir di sana, Islam memainkan
peranan yang sangat besar. Prestasi umat Islam dalam memajukan ilmu pengetahuan
tidak diperoleh secara kebetulan, melainkan dengan kerja keras melalui beberapa
tahap sistem pengembangan, baik melalui adaptasi maupun adopsi. Berbagai
khazanah Islam mulai diperkenalkan kepada dunia Eropa. Hal inilah yang telah
merangsang tumbuh dan berkembangnya teori dan praktik dunia kedokteran,
modifikasi doktrin-doktrin teologi, memprakarsai dunia baru dalam bidang matematika,
menghasilkan kontroversi baru dalam bidang teologi dan filsafat.
Ketika negeri-negeri di Eropa
ditaklukkan oleh Islam, maka ilmu dan filsafat Yunani dipusakai oleh Umat
Islam. Pada zaman pertengahan orang-orang barat berhubungan dengan umat Islam
di Andalusia, Syiria dan lain-lain. Kemudian mulai banyak ilmu-ilmu Islam
diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Pada zaman itu orang-orang barat mengambil
ilmu-ilmu dan filsafat Islam dari timur dan mereka siarkan di barat. Akhirnya
menjadi sumber bagi ilmu-ilmu dan filsafat-filsafat baru sekarang.
Peradaban teknologi Eropa sekarang ini
awalnya tidak muncul di Eropa, melainkan muncul di beberapa perguruan tinggi
Islam di Andalusia dan Eropa Timur. Dunia Barat mengembangkan dasar-dasarnya
dari konsepsi Islam dan doktrin-doktrinnya. Kebangkitan ilmiah merebak dan
berkembang pesat di Eropa, sementara dunia Islam mengalami stagnasi keilmuan
sebab mereka berangsur-angsur menjauh dari konsepsi Islam. Bangsa Eropa
memotong mata rantai metodologi yang diadopsinya dari dasar-dasarnya yang
berasal dari dogma Islam, kemudian menjauhkannya sama sekali dari Tuhan.
Daftar Pustaka
Yatim, Badri. 1995. Sejarah
Peradaban Islam (Dirasah Islamiyah II). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Yunus, Mahmud. 1990. Sejarah
Pendidikan Islam (Dari zaman Nabi SAW Khalifah-khalifah Rasyidin, Bani Umaiyah
dan Abbasiyah sampai Zaman Mamluks dan Usmaniyah Turki). PT Hidakarya
Agung.
[1] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam – Dirasah
Islamiyah II, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1995), hal. 101-103
[2] Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam dari
zaman Nabi SAW Khalifah-khalifah Rasyidin, Banu Umaiyah dan Abbasiyah sampai
Zaman Mamluks dan Usmaniyah Turki, (PT. Hidakarya Agung, 1990), hal.
158-160
[3] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam – Dirasah
Islamiyah II, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1995), hal. 109-110
Tidak ada komentar:
Posting Komentar