A.
LATAR BELAKANG
Mengkaji tentang sejarah perkembangan ilmu pengetahuan,
agaknya dalam hal ini terlalu berat dan memerlukan adanya tenaga serta pikiran yang ekstra. Hal ini
dikarenakan cakupan pembahasan ilmu pengetahuan amatlah luas dan spasio temporal yang panjang. Idealnya sejarah adalah rekam jejak
tentang semua rentetan peristiwa yang telah terjadi, yang berfungsi sebagai
pengungkap segala sesuatu sesuai dengan fakta yang ada tanpa adanya distorsi
sedikitpun, namun dalam kenyataannya ia hanya mengungkap sebagian rentetan
peristiwa tersebut dan tidak bisa lepas sepenuhnya dari rekayasa yang biasanya
dilakukan oleh penguasa politik. Realitas problemik semacam ini pernah terjadi,
hal ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan remeh bahkan harus diluruskan,
karena menyangkut dan memengaruhi khazanah keilmuan generasi selanjutnya
sebagai aktor sejarah berikutnya. Apalagi sejarah yang dimaksud dalam pembahasan
ini adalah sejarah atau periodisasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan yang
merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia. Untuk itu, perlu adanya upaya yang
sungguh-sungguh serta tanggung jawab moral dan akademik dalam pemaparan
sejarah.
Perkembangan ilmu
pengetahuan seperti sekarang ini tidaklah berlangsung secara tiba-tiba,
melainkan melalui proses bertahap dan evolutif. Karenanya, untuk memahami
sejarah perkembangan ilmu pengetahuan harus melakukan pembagian atau
klasifikasi secara periodik. Dalam setiap periode sejarah pekembangan ilmu
pengetahuan menampilkan ciri khas tertentu. Perkembangan pemikiran secara
teoritis senantiasa mengacu kepada peradaban Yunani. Hal ini didukung oleh
beberapa faktor, antara lain: mitologi bangsa Yunani, kesusastraan Yunani, dan
pengaruh ilmu pengetahuan pada waktu itu yang sudah sampai di Timur Kuno.
Terjadi perkembangan ilmu pengetahuan di setiap periode dikarenakan pola pikir manusia yang mengalami
perubahan dari mitos-mitos menjadi lebih rasionil. Manusia menjadi lebih
proaktif dan kreatif menjadikan alam sebagai objek penelitian dan pengkajian.
Oleh Karena itu, dalam makalah singkat ini, penulis hanya memaparkan tentang
sejarah dan perkembangan ilmu pengetahuan, yang hal ini merupakan sebatas
akumulasi pengetahuan yang dipahami oleh penulis dan tidak menutup kemungkinan
adanya khilaf dan keterbatasan literatur yang dipakai dalam menuliskan
sekelumit makalah singkat ini.
SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN.
Terlepas dari
adanya pelbagai perbedaan para ahli dalam mendefinisikan term sejarah,
penulis lebih sependapat dengan apa yang ditulis oleh Mohammad Amien Rais,
bahwa sejarah adalah kontinuitas antara masa lampau, masa sekarang dan masa
depan. Dalam menela’ah sejarah, hal ini dapat dilihat dari segi kronologis dan
geografis, yang bisa dilihat dengan kurun waktu dimana sejarah itu terjadi. Dalam setiap periode sejarah pekembangan ilmu pengetahuan
memiliki ciri khas atau karakteristik tertentu. Tetapi dalam pembagian
periodisasi perkembangan ilmu pengetahuan ada perbedaan dalam jumlahnya dalam
berbagai literatur [sepanjang penulis ketahui. Maka dari itu, untuk memahami
sejarah perkembangan ilmu pengetahuan
secara mudah, disini telah dilakukan elaborasi dan klasifikasi atau pembagian
secara garis besar. Berikut adalah uraian singkat dari masing-masing periode
atau sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dari masa ke masa.
1. Zaman Pra Yunani Kuno (Zaman Purba)
Pada
era ini, secara umum terbagi menjadi tiga fase, yaitu:
a. Zaman Batu Tua
Zaman batu tua disebut juga masa
prasejarah.[1]
Era ini berlangsung sekitar empat juta tahun SM (sebelum Masehi) sampai 20.000
atau 10.000 tahun SM.[2]
Pada zaman ini telah mempunyai beberapa ciri khas, di antaranya adalah
menggunakan alat-alat sederhana yang dibuat dari batu dan tulang, mengenal
cocok taman dan beternak, dan dalam kehidupan sehari-hari didasari dengan pengamatan
primitif menggunakan sistem trial and error (mencoba-coba dan salah)
kemudian bisa berkembang menjadi know how.
b. Zaman Batu Muda
Era ini berlangsung tahun 10.000 SM
sampai 2.000 SM atau abad 100 sampai 20 SM. Di zaman ini telah berkembang
kemampuan-kemampuan yang sangat signifikan. Kemampuan itu berupa tulisan
(dengan gambar dan symbol), kemampuan membaca (bermula dari bunyi atau suku
kata tertentu), dan kemampuan menghitung.
c. Zaman Logam.
Zaman ini berlangsung dari abad 20 SM
sampai abad 6 SM. Pada zaman ini pemakaian logam sebagai peralatan sehari-hari,
bahkan sebagai perhiasan, peralatan masak, atau bahkan peralatan perang.
2. Zaman modern
Zaman
ini sebenarnya sudah terintis mulai dari abad 15 M. Tetapi, indikator yang
nyata terlihat jelas pada abad 17 M dan berlangsung hingga abad 20 M. Hal ini
ditandai dengan ditandai dengan adanya penemuan-penemuan dalam bidang ilmiah.[3]
Menurut Slamet Iman Sontoso, ada tiga sumber pokok yang menyebabkan
berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa dengan pesat, yaitu hubungan antara
kerajaan Islam di Semenanjung Liberia dengan negara Perancis, terjadinya Perang
Salib dari tahun 1100-1300, dan jatuhnya Istambul ke tangan Turki pada tahun
1453.[4]
Zaman ini sudah dimulai sejak abad 14 M. zaman ini juga
dikenal sebagai masa rasionalisme yang tumbuh di zaman modern karena munculnya
berbagai penemuan ilmu pengetahuan. Tokoh yang menjadi pioner pada masa ini
adalah Rene Decrates, Isaac Newton, Charles Darwin, dan JJ. Thompson.
3. Zaman Kontemporer
Zaman
ini bermula dari abad 20 M dan masih berlangsung hingga saat ini. Zaman ini
ditandai dengan adanya teknologi-teknologi canggih, dan spesialisasi ilmu-ilmu
yang semakin tajam dan mendalam. Pada zaman ini bidang fisika menempati
kedudukan paling tinggi dan banyak dibicarakan oleh para filsuf. Hal ini
disebabkan karena fisika dipandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek
materinya mengandung unsur-unsur fundamental yang membentuk alam semesta.
Sebagian besar aplikasi ilmu dan teknologi di abad 21
merupakan hasil penemuan mutakhir di abad 20. Pada zaman ini, ilmuwan yang
menonjol dan banyak dibicarakan adalah fisikawan. Bidang fisika menjadi titik
pusat perkembangan ilmu pada masa ini. Fisikawan yang paling terkenal pada abad
ke-20 adalah Albert Einstein.[5]
Ia lahir pada tanggal 14 Maret
1879
dan meninggal pada tanggal 18 April
1955
(umur 76 tahun).
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Ilmu adalah bagian
dari pengetahuan yang terklasifikasi, tersistem, dan terukur serta dapat
dibuktikan kebenarannya secara empiris.
Adapun
sejarah atau periodisasi perkembangan ilmu pengetahuan (science) dari
masa ke masa, dimulai dari era Pra Yunani Kuno atau zaman purba sampai zaman
kontemporer. Yaitu :
1.
Zaman
Pra Yunani Kuno (Zaman Purba)
Pada era ini, secara umum terbagi menjadi tiga fase, yaitu:
Zaman Batu Tua (masa prasejarah, era ini berlangsung sekitar empat juta tahun
SM (sebelum Masehi) sampai 20.000 atau 10.000 tahun SM), Zaman Batu Muda
(berlangsung tahun 10.000 SM sampai 2.000 SM atau abad 100 sampai 20 SM) dan
Zaman Logam (berlangsung dari abad 20 SM sampai abad 6 SM).
2.
Zaman
modern (Zaman ini sebenarnya sudah terintis mulai dari abad 15 M. Tetapi,
indikator yang nyata terlihat jelas pada abad 17 M dan berlangsung hingga abad
20 M).
3.
Zaman
Kontemporer (Zaman ini bermula dari abad 20 M dan masih berlangsung hingga saat
ini).
[1] Conny R.
Semiawan, dkk. Dimensi Kreatif Dalam Filsafat Ilmu (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 1999), 3.
[2] Sutarjo
Adisusilo JR, Problematika Perkembangan Ilmu Pengetahuan (Yogyakarta:
Kanisius, 1983), 29.
[4] Tim Dosen
Filsafat Ilmu, Filsafat Ilmu (Yogyakarta: Liberty, 2001), 79.
[5] Surajiyo, Filsafat
Ilmu, 89.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar