Perlahan
namun pasti, kekhalifahan dinasti Umayyah mengalami fase kemunduran terutama setelah wafatnya pemimpin agung yang berwibawa, adil dan bijaksana yaitu
khalifah Umar bin Abdul Aziz beberapa khalifah
setelahnya cenderung menampilkan perilaku yang tidak sebagaimana mestinya,
ditambah lagi dengan banyaknya pertentangan yang terjadi internal keluarga
istana khususnya yang beraitan dengan putra mahkota. Penggunaan istilah hak
suci raja-raja (Devine Right) dari sistem pemerintahan yang diadopsi
oleh sistem pemerintahan dinasti Umayyah ternyata menyebabkan kekacauan dalam
proses pergantian kepemimpinan.
Kondisi kurang kondusif inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh sekelompok golongan
masyarakat yang dipimpin oleh Abu Abbas as-Safah untuk menumbangkan kekuasaan
dinasti Umayyah. Dalam proses selanjutnya Abu Abbas as Saffah mendapat dukungan
yang
sangat besar dari kaum mawali[1],
syiah dan khawarij.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar